Benarkah Bubble Drink Bahaya untuk Kesehatan? Simak Jawabannya Disini

Bubble Drink tea grande

Minuman bubble menjadi populer akhir-akhir ini, sebab rasanya lezat dan manis. Tampilan produknya sangat menarik, wajar jika digemari banyak konsumen. Varian rasa yang ditawarkan cukup memenuhi keinginan pelanggan. Harganya terjangkau membuat minuman bubble drink, berada di puncak popularitas. Namun pernahkah anda berpikir bahayanya bila mengonsumsi setiap hari? Simak ulasan berikut untuk mencari jawabannya.

Tidak Disarankan Mengonsumsi Berlebihan

1. Mengganggu Pencernaan

Mungkin anda belum tahu bahwa minuman populer ini, dapat mengganggu sistem pencernaan. Penyebab utamanya datang dari bola mutiara atau kerap disebut boba, yang bereaksi dengan cairan. Boba terbuat dari tepung tapioka, yang memiliki tekstur kenyal dan lengket. Membuatnya bulatan ini sulit diecerna oleh organ pencernaan, dan menyebabkan kerusakan sistem kerja.

Ini Resep Bubble Drink Milk Tea yang Bisa Dicoba Milk Lovers

2. Terjadi Peningkatan Berat Badan

Terlalu banyak minum boba dapat meningkatkan berat badan, hinggu berujung obesitas. Hal tersebut disebabkan kandungan gula yang tinggi. Belum lagi tambahan susu, creamer, sirop dan perisa buatan membuat kadar glukosa naik drastis. Dalam segelas boba ukuran 500 ml mengandung kalori sebanyak 500. Pearl menyumbang sekitar 100-200 kalori karena terbuat dari singkong, yang merupakan sumber karbohidrat.

3. Resiko Kesehatan Gigi

Minuman populer ini merupakan campuran teh, susu, dan gula disajikan dalam bentuk dingin. Meski kandungan susu baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, jika dicampur pemanis lainnya memicu sakit gigi. Campuran bahan tersebut akan berubah menjadi zat asam, karena produksi bakteri di dalam mulut. Hal tersebut berdampak pada mengikisnya enamel gigi, sehingga membuat gigi berlubang.

4. Gangguan Sembelit

Kandungan nutrisi pearl sangat rendah terutama serat, itulah mengapa setelah meminumnya bisa memicu sembelit. Selain itu ada tambahan zat guar gum, yang menghambat sistem pencernaan. Adanya pemanis buatan, pengental dan pengawet dinilai tidak baik untuk kesehatan. Bahan kimia tersebut berbaur dengan enzim dalam tubuh, dan merusak beberapa fungsi organ.

5. Resiko Diabetes dan Gagal Jantung

Kandungan gula pada boba menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Resiko terjadi ketika hormon insulin, tidak dapat menyerap gula dengan baik. Kondisi tersebut memicu penyakit diabetes, jika tidak segera dihentikan berbahaya terhadap metabolisme tubuh. Beberapa pakar kesehatan menjelaskan bahwa, kandungan gula dan kalori menyebabkan gangguan jantung. Bagi konsumen yang memiliki riwayat jantung, akan terjadi resiko lebih cepat.

6. Kerusakan Hati dan Pemicu Kanker

Bubble drink mengandung jumlah fruktosa, yang merusak fungsi hati secara perlahan. Jika kebiasaan tidak segera dihentikan, maka memicu penyakit hepatitis dan perlemakkan pada hati. Anda juga perlu tahu bahwa minuman populer ini, dapat mengembangkan sel kanker pada tubuh. Ditandai dengan berbagai kerusakan pada organ tubuh, lalu berlanjut pada penyakit kanker. Jika sudah terjadi kanker cukup sulit kesehatan kembali normal.

Bubble Drink ini sangat Bahaya

7. Jerawat Bermunculan

Untuk para wanita penggemar minuman boba, perlu waspada efek samping terhadap kecantikan. Kandungan susunya dapat mengganggu keseimbangan hormon, sehingga menimbulkan gangguan kulit. Perlahan wajah akan dipenuhi dengan jerawat dan komedo, yang cukup mengganggu penampilan. Maka khsusus para wanita disarankan tidak mengonsumsi bubble berlebihan. Cobalah ganti dengan minum jus buah yang sehat setiap hari.

Jenis minuman dengan isian pearl sangat populer akhir-akhir ini, karena rasa legitnya cocok di lidah masyarakat. Sensasi manis dan segar membuat anda terkadang lupa diri, sampai ketagihan mengonsumsi setiap hari. Padahal tidak baik meminum boba dalam interval waktu dekat, sebab memicu datangnya penyakit. Jika kebiasaan tidak segera dihentikan maka metabolisme tubuh akan terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *