Cegah Penularan Virus, Berikut 5 Jenis Salaman Yang Benar Saat Musim Pandemi

Salaman Wabah Virus Corona Ubah Tradisi Dunia

Di masa pandemi seperti ini, tiap orang dilarang untuk bersentuhan seperti berjabat tangan. Karena cara tersebut saat ini menjadi salah satu penyebab penularan virus corona. Disaat dua orang sedang melakukan jabat tangan mereka bisa menempelkan berbagai jenis virus, bakteri, maupun kuman yang menempel di tangan termasuk virus corona. Berikut akan diulas empat jenis salaman yang dianjurkan saat musim pandemi seperti ini.

Jenis-Jenis Salam Yang Benar di Musim Pandemi

1. Namaste

Gerakan namaste ini dikenal dalam olahraga yoga, yang merupakan gestur salam dengan menyatukan kedua telapak tangan dan mengarahkannya di dada. Jenis salam satu ini umumnya dipraktikkan di negara Asia seperti India. Di Indonesia, namaste ini umumnya dilakukan pada masyarakat yang ada di Bali. Namun untuk saat seperti ini, salam ini merupakan alternatif salam yang bisa digunakan tanpa harus melakukan berjabat tangan.

Salaman Yang Benar Saat Musim Pandemi namaste

Biasanya, orang-orang yang selesai melakukan latihan yoga akan mengucapkan namaste diikuti dengan gerakan mengatupkan kedua tangan di dada. Namun, yang harus diperhatikan saat akan memberikan salam namaste adalah jangan mendadak. Apalagi ketika bertemu saat di jalan. Sebaiknya berikan salam ini dari jarak yang cukup jauh, agar teman atau kerabat sudah mengetahui anda akan memberikan salam namaste.

2. Lambaikan Tangan

Salam yang kedua ini adalah gerakan mengangkat tangan dan membuka lima jari menyerupai lambaian tangan. Gerakan satu ini sangat cocok untuk rekan sejawat atau orang yang sudah akrab. Biasanya, saat melakukan lambaian tangan ini orang-orang akan mengucapkan kata “hai” ataupun “hallo”. Tentu saja, jenis salam satu ini tidak bisa dilakukan untuk orang yang lebih tua yang sangat dihormati karena akan terkesan tidak sopan.

Hampir sama dengan namaste, dengan melakukan lambaian tangan dianggap sebagai cara yang paling aman. Karena tidak ada kontak sama sekali antara kedua belah pihak. Salam ini juga cukup banyak dipraktekkan belakangan ini. Kedua belah pihak cukup melambaikan tangan saja tanpa perlu berkontak fisik. Dengan begitu, akan mencegah terjadinya penularan virus atau kuman dari keduanya.

3. Salam Dada

Jenis salam yang ketiga ini kerap disebut dengan salam dari hati. Cara melakukan salam dari hati ini adalah dengan meletakkan telapak tangan kanan di dada kiri dan menempelkannya kemudian membungkuk. Meskipun jarang dipakai di Indonesia, tetapi jenis salam yang ketiga ini merupakan alternatif pengganti berjabat tangan selanjutnya. Tentu saja dengan tujuan untuk mencegah penularan virus melalui berjabat tangan.

4. Ojigi

Ojigi ini merupakan bentuk salam yang berasal dari Jepang. Cara melakukannya yatu dengan membungkuk dan menundukkan kepala. Salam ini digunakan untuk perkenalan, menunjukkan rasa hormat, atau sebuah permintaan. Ojigi sangat populer dan sering sekali digunakan oleh masyarakat Jepang. Jenis salam satu ini mulai digunakan sebagai alternatif jenis salaman selanjutnya untuk mengganti berjabat tangan.

Salaman Yang Benar Saat Musim Pandemi ojigi

5. Senyum

Salam yang terakhir adalah senyum. Cara satu ini merupakan yang paling universal. Ketika seseorang sedang tersenyum pada orang lain, itu artinya orang tersebut sedang menyapa. Biasanya, orang yang diberi senyuman ini akan membalasnya dengan senyuman lagi. Jenis salam satu ini yang paling efektif untuk menangkal penyebaran virus daripada melakukan berjabat tangan.

Dari berbagai macam salam untuk mengganti jabat tangan tersebut, anda bisa memilih jenis salam yang menurut anda lebih mudah dan efektif untuk dilakukan tiap saat. Saat anda sedang bertemu teman atau rekan kerja anda di jalan, tetap patuhi protokol kesehatan yaitu jaga jarak. Dengan begitu, anda akan tetap terjaga dan terlindungi dari penyebaran virus corona ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *