Mengapa Bayi Baru Lahir Menangis Kencang? Ini Alasannya!

Hal terindah bagi seorang ibu selepas masa persalinan menegangkan yang ingin sekali didengar adalah tangisan bayi. Tangisan bayi ketika ia baru saja dilahirkan merupakan hal yang wajar dan sangat ditunggu – tunggu. Tanpa adanya tangisan mengindikasikan ada masalah pada bayi. Lantas mengapa bayi baru lahir menangis kencang?
Ada beberapa alasan tentang hal tersebut dan pada kesempatan kali ini kami akan bagikan informasi selengkapnya untuk Anda tentang apa saja yang menjadi alasan bayi baru lahir menangis dengan kencang. Cek informasinya di bawah ini!
Alasan Bayi Baru Lahir Menangis Kencang
Alasan pertama mengapa bayi yang baru saja dilahirkan menangis dengan kencang adalah sebagai bentuk adaptasi bayi dengan lingkungan barunya. Cara adaptasi tersebut menjadikan ketika bayi dikeluarkan, ia akan menangis sekencang – kencangnya.
Akan tetapi hal ini sekaligus menjadi sebuah pertanda baik. Ketika bayi menangis kencang saat ia baru lahir, tandanya bahwa bayi tersebut memiliki paru – paru yang bekerja dengan baik sehingga organ tersebut dapat berfungsi optimal sejak ia baru dilahirkan.
Sementara sebelum bayi dilahirkan ke dunia, di dalam rahim sang ubu ia mengambil oksigen dari plasenta melalui tali pusar. Akan tetapi segera setelah bayi dilahirkan dan ia meninggalkan rahim, ia harus mampu bernafas sendiri tanpa bantuan plasenta melainkan melalui organ tubuhnya sendiri.
Menurut Myra Wyckoff, MD yang merupakan seorang direktur Newborn Resuscitation Services di Parkland Health & Hospital System, ia mengatakan bahwa tangisan pertama bayi baru lahir sangat penting sebagai tanda kesuksesan transisi sirkulasi pernapasan bayi dari yang awalnya menggunakan plasenta menjadi menggunakan paru – paru setelah dilahirkan.
Menurut Myra Wyckoff, awalnya bayi hanya bergantung pada sang ibu sejak ia berada didalam rahim untuk melakukan pertukaran gas di dalam rahim. Kemudian ketika ia keluar dari rahim, ia harus menggunakan paru – parunya sendiri.
Hal yang unik tentang tangisan bayi bahwa menurut penelitian, sejak di dalam rahim bayi sudah bisa menangis. Namun tangisan tersebut tidak terdengar alias tanpa suara. Hal ini terungkap melalui sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa sejak berada didalam rahim, janin sudah belajar mengekspresikan rasa tidak sukanya. Cara mengekspresikannya adalah dengan menangis tanpa suara di dalam rahim. Hal ini sudah mulai bisa dilakukan janin didalam rahim sejak usia 28 minggu kehamilan.
Dikutip dari webmd.com yang melakukan penelitian tentang kehidupan janin didalam rahim, awalnya penelitian yang dilakukan hanya seputar tentang efek atau dampak negatif obat terlarang dan tembakau pada janin didalam rahim.
Akan tetapi seiring sejalan dengan penelitian tersebut, peneliti kemudian menemukan fakta bahwa janin yang dihadapkan pada suatu gangguan yang tidak ia suka terlihat membuka mulutnya, menekan lidahnya dan kemudian mengeluarkan satu napas pendek sebagai rasa tidak sukanya atau cara mengeluhnya.
Janin juga akan mengencangkan dada dan mengeluarkan tiga nafas cepat disertai dagu yang bergetar dan memiringkan kepala ketika ia tidak merasa nyaman dengan hal – hal di luar rahim yang terjadi. Gerakan ini terlihat seperti gerakan bayi menangis akibat terganggu dengan suatu hal.
Bayi baru lahir menangis kencang merupakan kondisi yang wajar terjadi pada bayi. Justru jika bayi tidak menangis ketika dilahirkan maka hal tersebut harus diwaspadai karena bisa jadi hal tersebut menjadi tanda bayi tidak bernafas atau mengalami masalah pernapasan. Dokter harus dengan sigap mencari solusi jika masalah ini terjadi agar bayi bisa diselamatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *