Sudah Tahu Proses Pendirian CV? Yuk Cari Tahu Di Sini

proses pendirian cv

Dalam menjalankan suatu bisnis, biasanya seseorang akan mendirikan perusahaannya secara resmi dan harus mengikuti suatu prosedur yang cukup rumit. Kerumitan tersebut dapat anda alami, jika belum memahami prosesnya sejak awal hingga akhir. Hal tersebut dapat dikarenakan banyaknya perubahan sistem dan ditetapkannya peraturan baru sesuai yang telah disepakati. Ingin tahu prosedur lengkap untuk mendirikan sebuah CV? Yuk cari tahu di sini!

Langkah Langkah Untuk Mendirikan Sebuah CV

1. Pengecekan Nama oleh Notaris

Terdapat beberapa peraturan yang harus anda pahami sebelum menentukan nama CV yang diinginkan. Nama untuk perusahaan anda tidak boleh sama dengan nama CV lain, jadi jika nama CV yang anda daftarkan sudah dipakai maka harus menggantinya. Nama CV dapat memakai 2 suku kata dan tidak wajib berbahasa Indonesia. Sebelum nama CV anda disahkan, lebih dulu harus dicek dan dibook oleh notaris.

2. Pembuatan Draft Akta

Setelah menentukan nama yang akan digunakan untuk CV, proses pendirian CV yang harus dilakukan anda pembuatan draft akta. Notaris akan membuat draf akta perusahaan dengan isi, seperti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang akan digunakan di dalam perusahaan anda. Setelah itu, anda akan menerima draft awal untuk dicocokkan dan direvisi jika dirasa ada sebuah kesalahan atau perubahan. Lalu draft akan memasuki proses finalisasi.

3. Finalisasi dan Tanda Tangan di Hadapan Notaris

Setelah draft akta perusahaan selesai direvisi, maka draft ini sudah dianggap final dan dapat ditandatangani. Proses tanda tangan dilakukan oleh para persero di hadapan notaris dan akan dibuat salinannya. Salinan dari draft akta ini yang akan dijadikan berkas untuk didaftarkan ke Kemenkumham agar mendapat Surat Keterangan Terdaftar. Tidak hanya itu, notaris juga akan mendaftarkan NPWP perusahaan anda di KPP terkait di daerah tersebut.

4. Pengambilan NPWP Perusahaan

Sebelum pengambilan NPWP perusahaan, anda diwajibkan untuk melengkapi dokumen yang disyaratkan. Proses pendirian CV ini dilanjutkan dengan pengecekan data penanggung jawab NPWP perusahaan oleh KPP. KPP akan mengecek data yang diajukan telah benar dan format yang digunakan adalah format terbaru dan yang paling penting tidak memiliki tunggakan pajak. Pastikan administrasi pajak telah sesuai antara alamat KTP dan NPWP.

5. Pendaftaran NIB

Tahukah anda NIB dan fungsinya? NIB adalah nomor induk berusaha yang dijadikan sebagai tanda pengenal para pelaku usaha. Tidak hanya itu, NIB juga berfungsi untuk menggantikan TDP, API, akses Kepabeanan dan RPTKA jika anda memerlukannya. Untuk pendaftaran NIB dapat anda lakukan secara online karena menggunakan sistem OSS. API tidak wajib dimiliki dan hanya perlu diajukan jika anda membutuhkannya.

6. Pengajuan Izin Usaha dan Izin Komersial

Sebelumnya, para pelaku usaha wajib memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP. Akan tetapi, saat ini anda cukup mendaftarkan Izin Usaha, setelah NIB keluar. Lalu dapat dilanjutkan dengan mengajukan Izin Komersial yang berfungsi sebagai izin khusus untuk melakukan suatu kegiatan operasional yang akan dilakukan. Surat izin ini dapat anda ajukan untuk berjaga jaga dan menghindari masalah di kemudian hari.

Para pelaku usaha di Indonesia semakin banyak yang ingin mendirikan sebuah perusahaan, baik PT maupun CV. Keduanya memiliki prosedur yang berbeda dan harus anda taati agar proses izin mendirikan usaha dapat berjalan lancar. Anda harus memahami 6 proses mendirikan CV sebelum melakukannya dengan bantuan notaris tentunya. Setelah itu, anda dapat melakukan kegiatan operasional perusahaan dengan leluasa. Sudah melakukan prosesnya sesuai prosedur?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *